puisi kampung tuguwai

0 PENA PANIAI - PENA PANIAI

Di Bawah Langit Tuguwai

 

Di mana ombak berbisik pada pasir sunyi,

Dan angin gunung membawa kisah purba,

Di situlah tanah tumpah darahku berdiri,

Tuguwai, hamparan damai yang tak pernah sirna.

Fajar menyapa di balik rimbun hijau pohon pala,

Menyentuh atap-atap rumah penuh tawa,

Senyum ramah basaudara menyambut hari yang baru,

Menganyam hidup dalam rukun dan satu.

Ketika senja mulai membasuh pantai,

Langitnya berubah jingga membakar kalbu,

Menatap laut luas yang membentang santai,

Ada damai yang mengalir di setiap waktu.

Tuguwai, sejauh apa pun kaki ini melangkah,

Gema ombakmu selalu memanggilku pulang,

Ke pelukan hangat rumah yang penuh berkah,

Tempat rindu dan cinta takkan pernah hilang.

 


Tags :-

Posting Komentar

0 Komentar

PENA PANIAI

PENA PANIAI adalah media yang bebas besuarah seluruh kaum berdasarkan UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) mengatur aktivitas di media sosial, melarang konten seperti pencemaran nama baik (Pasal 27A), ujaran kebencian/SARA (Pasal 28 ayat 2), asusila, perjudian, serta pemerasan dan pengancaman (Pasal 27), dengan sanksi pidana penjara dan/atau denda, termasuk ketentuan terbaru pada UU No. 1 Tahun 2024 yang bertujuan menciptakan ruang digital bersih. Intinya, semua yang disebarkan secara sengaja di medsos harus bijak agar tidak melanggar hukum dan merugikan orang lain.