PUISI PAPUA MERDEKA

0 PENA PANIAI - PENA PANIAI

Hingga detik ini ribuan darah telah tertumpah,Hingga detik ini ribuan nyawa telah melayang ,Hingga
detik ini ribuan belulang telah berserakan Sebuah harga yang harus dibayar Demi terwujudnya
kemerdekaan bangsa papua Semi terwujudnya hanya satu kata papua ..Merdeka…
Detik ini ku ingin berdiri diatas tanah nya sendiri alam semesta kaya raja yang berlimpah limpah tanah
papua adalah milik kulit hitam keriting rambut ..hanya satu kata papua merdeka.. .
terjadi konpillik dan rakyat kuu di bunuh ,aniaya siksah oleh militerlisme ,imprealisme ,kapitalisme yang
terjadi diatas tanah papua ku ingin merdeka Kapan kah berakhir tangisan ini .ooh papua surga kecil jatu
kebumi artakuu rampas oleh Negara colonial, ku ingin mengololah kekayaan kuu .begitu banyak musuh
datang pun aku masih bersuara sampai kapan pun begitu banyak keringat yang keluar hanya demi masa
depan berjuang sampai papua merdeka .
Detik ini bangsa malanesia telah menderitah tanahnya ksendiri sejak lama berjuang sampai saat ini oh
Tuhan kapan kah berakhir tangis anak negeri papua terwujud detik ini sungai –sugaui menyalir darah
manusia .sekian banyak yang korbang rakyat telah tumpah darah. Terwujud dengan semangat para
pejuang .Yang terbayarkan dengan tetesan darah dan air mata Serta jiwa-jiwa yang terkorbankan
Demi satu kata Merdeka .
Tags :-

Posting Komentar

0 Komentar

PENA PANIAI

PENA PANIAI adalah media yang bebas besuarah seluruh kaum berdasarkan UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) mengatur aktivitas di media sosial, melarang konten seperti pencemaran nama baik (Pasal 27A), ujaran kebencian/SARA (Pasal 28 ayat 2), asusila, perjudian, serta pemerasan dan pengancaman (Pasal 27), dengan sanksi pidana penjara dan/atau denda, termasuk ketentuan terbaru pada UU No. 1 Tahun 2024 yang bertujuan menciptakan ruang digital bersih. Intinya, semua yang disebarkan secara sengaja di medsos harus bijak agar tidak melanggar hukum dan merugikan orang lain.