Menyulam kisah di-negeri impian

0 PENA PANIAI - PENA PANIAI

Pena Paniai - Setiap waktu dari perjalanan hari-hari, selalu melihat kesedihan yang menggantung di mata setiap insan,

murung lebih banyak untuk menghitung sesal, tersesat di antara jalan pikirannya sendiri.
 
Kebanyakan menatap di samudra maha luas yang tak terjangkau, tampak risih dan penuh resah.

Musim kembali menipis antara terik matahari dan langit-langit yang mendung, kau di tengah-tengah, 

masihlah kenangan belum bebas, terikat di merdu ingatan dan kedalaman hati, saling meminta ilusi untuk mempercayai mimpi-mimpi.
 
Tiada yang nyata dari semua mimpi, dari segala kenyataan yang memiluhkan dan mengerikan. 

Kecuali, terbahak-bahak dusta menikmati segala kesemuan.

Sangat sukar sekali mendapatkan musim-musim itu untuk dapat bahagia. 

Terbawa-bawa hingga hati merasa tersandung. Tersirat hingga jiwa terasa terbungkam.

Menghabiskan waktu hanya menyimak kisah-kisah, meski tak akan pernah selesai.

Seperti pasir-pasir di pantai dan bintang di langit, tak terbilang dan tiada terhitung. (Sejuta kena)



Menulis : Omes tabuni
Editor : MMM



Posting Komentar

0 Komentar

PENA PANIAI

PENA PANIAI adalah media yang bebas besuarah seluruh kaum berdasarkan UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) mengatur aktivitas di media sosial, melarang konten seperti pencemaran nama baik (Pasal 27A), ujaran kebencian/SARA (Pasal 28 ayat 2), asusila, perjudian, serta pemerasan dan pengancaman (Pasal 27), dengan sanksi pidana penjara dan/atau denda, termasuk ketentuan terbaru pada UU No. 1 Tahun 2024 yang bertujuan menciptakan ruang digital bersih. Intinya, semua yang disebarkan secara sengaja di medsos harus bijak agar tidak melanggar hukum dan merugikan orang lain.